SMS kunci jawaban yang beredar pada UN 2012 lalu. (Foto:
dok. Okezone)
JAKARTA – Salah satu perubahan dalam pelaksanaan ujian
nasional (UN) tahun ini adalah pemerintah menyiapkan hingga 30 paket soal UN.
Tahun lalu, hanya lima paket soal yang digunakan dalam UN.
Langkah pemerintah untuk mengantisipasi kecurangan UN ini mengundang kontroversi. Salah seorang guru yang kontra dengan kebijakan tersebut adalah Retno Listyarti, pengajar di SMAN 13 Jakarta. Menurut Retno, perubahan variasi soal UN tetap tidak akan dapat mengantisipasi kecurangan-kecurangan saat UN dilaksanakan. "Dengan cara apa pun pemerintah mengantisipasi agar tidak terjadi kecurangan UN, keputusan itu adalah hal yang tidak mungkin," ujar Retno ketika dihubungi Okezone, Rabu (13/2/2013).
Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) ini mengimbuh, tahun lalu dia melaporkan berbagai kecurangan pada pelaksanaan UN 2012 yang dibantah keras oleh pemerintah. Namun, kata Retno, pemerintah kemudian malah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mengatasi kecurangan UN.
"Itu kan namanya pemerintah menyadari adanya kecurangan tetapi tidak mau menanggapinya," imbuh Retno.
Dia menilai, penambahan paket soal tidak akan mengurangi kecurangan. Langkah ini justru akan menambah gila praktik kecurangan UN mengingat UN masih dijadikan sebagai standar kelulusan siswa.
"Seharusnya UN tidak dijadikan sebagai standar kelulusan, namun sebagai pemetaan oleh pemerintah agar kecurangan-kecurangan tidak terjadi lagi," tuturnya. (Ahmad Rifky/Okezone) (//rfa)
Langkah pemerintah untuk mengantisipasi kecurangan UN ini mengundang kontroversi. Salah seorang guru yang kontra dengan kebijakan tersebut adalah Retno Listyarti, pengajar di SMAN 13 Jakarta. Menurut Retno, perubahan variasi soal UN tetap tidak akan dapat mengantisipasi kecurangan-kecurangan saat UN dilaksanakan. "Dengan cara apa pun pemerintah mengantisipasi agar tidak terjadi kecurangan UN, keputusan itu adalah hal yang tidak mungkin," ujar Retno ketika dihubungi Okezone, Rabu (13/2/2013).
Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) ini mengimbuh, tahun lalu dia melaporkan berbagai kecurangan pada pelaksanaan UN 2012 yang dibantah keras oleh pemerintah. Namun, kata Retno, pemerintah kemudian malah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mengatasi kecurangan UN.
"Itu kan namanya pemerintah menyadari adanya kecurangan tetapi tidak mau menanggapinya," imbuh Retno.
Dia menilai, penambahan paket soal tidak akan mengurangi kecurangan. Langkah ini justru akan menambah gila praktik kecurangan UN mengingat UN masih dijadikan sebagai standar kelulusan siswa.
"Seharusnya UN tidak dijadikan sebagai standar kelulusan, namun sebagai pemetaan oleh pemerintah agar kecurangan-kecurangan tidak terjadi lagi," tuturnya. (Ahmad Rifky/Okezone) (//rfa)
Source : http://kampus.okezone.com/read/2013/02/13/373/761155/30-paket-soal-tak-mampu-tangkis-kecurangan-un
wah,,, gila nih...
ReplyDeletebisa2 stres Qt,,,, tertekan,,,
Makanya Belajar...!!
ReplyDeletehaha
wkwkwk